BRMP Hortikultura Matangkan Persiapan Klinik Modernisasi Pertanian ICARE di Jawa Timur
Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura (BRMP Hortikultura) sebagai Project Implementation Unit (PIU) kegiatan ICARE melaksanakan koordinasi persiapan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) di Provinsi Jawa Timur bersama BRMP Buah Tropika, BRMP Pascapanen, serta BRMP Jawa Timur sebagai PIU Provinsi. Koordinasi dan survei dilaksanakan di Malang dan Pasuruan pada 23–25 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan persepsi mengenai pelaksanaan KMP untuk mendukung pencapaian target Project Development Objective (PDO) sebanyak 500 orang yang akan menerima layanan peningkatan kapasitas petani guna memperbaiki tata kelola rantai pasok komoditas mangga dari hulu hingga hilir.
Diskusi dilakukan untuk membahas calon lokasi bimbingan teknis (bimtek), demplot, dan posko kegiatan KMP. Calon lokasi yang semula direncanakan berada di sekitar kawasan Tier 1, yang merupakan lokus utama kegiatan ICARE, tidak dapat direalisasikan karena PDO di lokasi tersebut telah diklaim oleh PIU Provinsi. Oleh karena itu, disepakati bahwa KMP di Pasuruan, Jawa Timur, akan dilaksanakan di lokasi Tier 2, yaitu Kecamatan Pasrepan, dan Tier 3, yaitu Kecamatan Grati, yang memiliki potensi pengembangan mangga.
Selanjutnya, tim melakukan kunjungan ke lokasi untuk bertemu dengan BPP dan perwakilan petani. Berdasarkan hasil diskusi, petani menyampaikan beberapa kendala utama dalam budidaya mangga, antara lain perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan tidak menentu sehingga bunga mudah rontok, serta tingginya serangan lalat buah pada musim hujan. Kondisi tersebut juga menyebabkan kualitas buah menurun dan mengakibatkan buah tidak dapat dijual.
Dalam pelaksanaan KMP, BRMP Hortikultura dan BRMP Buah Tropika merencanakan pendampingan budidaya mangga sesuai SOP, penggunaan perangsang bunga secara tepat, serta penerapan teknologi AWM sebagai upaya pengendalian lalat buah secara terpadu. Pendekatan ini diharapkan mampu menarik minat petani untuk menerapkan AWM di lahannya sehingga dapat dikembangkan sebagai demplot dengan target luas sekitar 12,5 ha.
Selain pendampingan budidaya, BRMP Pascapanen menilai perlunya peningkatan kapasitas petani dalam mengolah hasil mangga menjadi puree dan pasta. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen.
Antusiasme petani terhadap rencana pelaksanaan KMP terlihat sangat tinggi. Petani menyampaikan bahwa pelatihan budidaya mangga secara komprehensif belum pernah dilaksanakan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani serta kesejahteraan petani mangga di kedua lokasi.
Dengan mempertimbangkan kesiapan kelompok tani, potensi pengembangan komoditas, dan tingginya minat petani, bimtek dan demplot direncanakan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026. Lokasi kegiatan pertama berada di Kecamatan Pasrepan dengan target PDO sebanyak 400 orang, sedangkan lokasi kedua berada di Kecamatan Grati dengan target PDO sebanyak 100 orang.
Melalui pelaksanaan KMP ICARE, seluruh pihak berharap penerapan inovasi budidaya, pengendalian lalat buah berbasis AWM, serta teknologi pascapanen dapat meningkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah komoditas mangga sehingga mampu mendukung pencapaian target Program ICARE di Provinsi Jawa Timur.